Preaching

Allah yang Tritunggal (27/4/16)

Pdt. Agung Wibisana

Apakah manusia yang mencari Allah atau Allah yang mencari kita?
-Allahlah yang selalu mendahului kita, artinya Allah yang mencari kita.

Kita tidak akan mengerti Tritunggal ini, karena Yesuslah yang menceritakan dan menjelaskan tentang Tritunggal ini.

Hanya 1 nama yang bisa menjelaskan Allah, yaitu Yesus.
Kata Yesus : “Ketika kamu melihat Aku, kamu melihat Allah”

Efesus 3:18-19 (TB) 
Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
dan
dapat
mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Ephesians 3:18-19 (ESV) 
may have strength to comprehend with all the saints what is the breadth and length and height and depth,
and to know the love of Christ that surpasses knowledge, that you may be filled with all the fullness of God.

Musa “melihat” Allah melalui Yesus (Anak Allah).

Pengenalan kita akan Kristus akan mengarahkan kita ke keselamatan.

Efesus 4:18 (TB) 
dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.

Ephesians 4:18 (ESV) 
They are darkened in their understanding, alienated from the life of God because of the ignorance that is in them, due to their hardness of heart.

Efesus 4:32 (TB) 
Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Ephesians 4:32 (ESV) 
Be kind to one another, tenderhearted, forgiving one another, as God in Christ forgave you.

Pengertian Allah yang salah :
1. Fideisme = sikap menolak merasionalkan tentang Allah. Allah hanya bisa dimengerti melalui Iman.
2. Atheisme = paham yang mengenal menyangkal keberadaan Allah.
3. Politiesme = banyak allah dalam alam semesta.
4. Agnosticisme = tidak percaya kemampuan manusia, Allah tidak terjangkau manusia.
5. Panteisme = di dalam alam semesta ini ada roh Allah
6. Penentheisme = semua ada dalam Tuhan, semua diresapi-dirohi Tuhan, Tuha  hanya sebagai penggerak belum tentu “Allah”
7. Deisme = Allah pencipta, kemudian Ia membiarkan dunia apa adanya. “No God or The God is Dead”. Tidak ada Allah karena di dalam dunia ini tidak ada kebenaran yang mutlak.

Esa itu adalah hanya satu saja dan tidak ada yang lain. Satu-satunya wujud yang tunggal.
Allah yang Kekal itu adalah Allah yang tidak terukur, terpikirkan oleh manusia. Kekal itu adalah tidak terbatas.

Allah menjamin tidak ada satupun yang terjadi di hidup kita, tanpa kasih Allah. Allah membimbing kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s