Preaching

I Am A Child of God (26/6/16)

​Pastor Astri
Roma 8:15-16 (TB)  Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” 

Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 
Romans 8:15-16 (ESV)  For you did not receive the spirit of slavery to fall back into fear, but you have received the Spirit of adoption as sons, by whom we cry, “Abba! Father!”

The Spirit himself bears witness with our spirit that we are children of God,

Galatia 4:6-7 (TB)  Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!” 

Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.
Galatians 4:6-7 (ESV)  And because you are sons, God has sent the Spirit of his Son into our hearts, crying, “Abba! Father!”

So you are no longer a slave, but a son, and if a son, then an heir through God.
Abba = bapa, sebuah panggilan hormat tetapi intim. 
Awal pertumbuhan dan kesuksesan kita diawali dengan mengenal Tuhan sebagai Bapa. 
– Sebagai seorang anak, kita memiliki akses langsung kepada Bapa. –> Matius 6:9

“Karena itu berdoalah demikian, BAPA kami yang di sorga….. ”
– Sebagai seorang anak, kita membawa nama Tuhan. Apa yang kita lakukan mencerminkan Tuhan. Kuncinya adalah menjadi anak di keluarga dimana Tuhan telah tempatkan. –> Lukas 2:51-52

” Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.

Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.”
Luke 2:51-52  

And he went down with them and came to Nazareth and was submissive to them. And his mother treasured up all these things in her heart.

And Jesus increased in wisdom and in stature and in favor with God and man.
– Sebagai seorang anak, kita menerima warisan dari BAPA di surga. –> Lukas 15:18-20

“Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga’ dan terhadap bapa,

aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.

Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.”
Luke 15:18-20 

I will arise and go to my father, and I will say to him, “Father, I have sinned against heaven and before you.

I am no longer worthy to be called your son. Treat me as one of your hired servants.” ’ 

And he arose and came to his father. But while he was still a long way off, his father saw him and felt compassion, and ran and embraced him and kissed him.
Tuhan tidak menilai kita dari kelakuan kita, apabila Tuhan menilai kita seperti itu, tentunya tidak ada seorang pun yang dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 
We are not a servant, but a child of God. Remember that. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s