Preaching

Parables (17/4/17)

​Matius 13:1-52 (TB)  

Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. 

Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. 

Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.

Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.

Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.

Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.

Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?”

Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.

Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.

Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.

Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.

Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.

Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.

Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.

Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.

Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.

Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.

Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.

Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?

Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?

Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.

Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.

Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatu pun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,

supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.”  

Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.”

Ia menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;

ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.

Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.

Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.

Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.

Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.

Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.

Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

“Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.

Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.

Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,

lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab: “Ya, kami mengerti.” 

Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”

__________________
Matthew 13:1-52 (NKJV)  

On the same day Jesus went out of the house and sat by the sea.

And great multitudes were gathered together to Him, so that He got into a boat and sat; and the whole multitude stood on the shore.

Then He spoke many things to them in parables, saying: “Behold, a sower went out to sow.

And as he sowed, some seed fell by the wayside; and the birds came and devoured them.

Some fell on stony places, where they did not have much earth; and they immediately sprang up because they had no depth of earth.

But when the sun was up they were scorched, and because they had no root they withered away.

And some fell among thorns, and the thorns sprang up and choked them.

But others fell on good ground and yielded a crop: some a hundredfold, some sixty, some thirty.

He who has ears to hear, let him hear!”

And the disciples came and said to Him, “Why do You speak to them in parables?”

He answered and said to them, “Because it has been given to you to know the mysteries of the kingdom of heaven, but to them it has not been given.

For whoever has, to him more will be given, and he will have abundance; but whoever does not have, even what he has will be taken away from him.

Therefore I speak to them in parables, because seeing they do not see, and hearing they do not hear, nor do they understand.

And in them the prophecy of Isaiah is fulfilled, which says: ‘Hearing you will hear and shall not understand, And seeing you will see and not perceive;

For the hearts of this people have grown dull. Their ears are hard of hearing, And their eyes they have closed, Lest they should see with their eyes and hear with their ears, Lest they should understand with their hearts and turn, So that I should heal them.’

“But blessed are your eyes for they see, and your ears for they hear;

for assuredly, I say to you that many prophets and righteous men desired to see what you see, and did not see it, and to hear what you hear, and did not hear it.

“Therefore hear the parable of the sower:

When anyone hears the word of the kingdom, and does not understand it, then the wicked one comes and snatches away what was sown in his heart. This is he who received seed by the wayside.

But he who received the seed on stony places, this is he who hears the word and immediately receives it with joy;

yet he has no root in himself, but endures only for a while. For when tribulation or persecution arises because of the word, immediately he stumbles.

Now he who received seed among the thorns is he who hears the word, and the cares of this world and the deceitfulness of riches choke the word, and he becomes unfruitful.

But he who received seed on the good ground is he who hears the word and understands it, who indeed bears fruit and produces: some a hundredfold, some sixty, some thirty.”

Another parable He put forth to them, saying: “The kingdom of heaven is like a man who sowed good seed in his field;

but while men slept, his enemy came and sowed tares among the wheat and went his way.

But when the grain had sprouted and produced a crop, then the tares also appeared.

So the servants of the owner came and said to him, ‘Sir, did you not sow good seed in your field? How then does it have tares?’

He said to them, ‘An enemy has done this.’ The servants said to him, ‘Do you want us then to go and gather them up?’

But he said, ‘No, lest while you gather up the tares you also uproot the wheat with them.

Let both grow together until the harvest, and at the time of harvest I will say to the reapers, “First gather together the tares and bind them in bundles to burn them, but gather the wheat into my barn.” ‘ ”

Another parable He put forth to them, saying: “The kingdom of heaven is like a mustard seed, which a man took and sowed in his field,

which indeed is the least of all the seeds; but when it is grown it is greater than the herbs and becomes a tree, so that the birds of the air come and nest in its branches.”

Another parable He spoke to them: “The kingdom of heaven is like leaven, which a woman took and hid in three measures of meal till it was all leavened.”

All these things Jesus spoke to the multitude in parables; and without a parable He did not speak to them,

that it might be fulfilled which was spoken by the prophet, saying: “I will open My mouth in parables; I will utter things kept secret from the foundation of the world.”

Then Jesus sent the multitude away and went into the house. And His disciples came to Him, saying, “Explain to us the parable of the tares of the field.”

He answered and said to them: “He who sows the good seed is the Son of Man.

The field is the world, the good seeds are the sons of the kingdom, but the tares are the sons of the wicked one.

The enemy who sowed them is the devil, the harvest is the end of the age, and the reapers are the angels.

Therefore as the tares are gathered and burned in the fire, so it will be at the end of this age.

The Son of Man will send out His angels, and they will gather out of His kingdom all things that offend, and those who practice lawlessness,

and will cast them into the furnace of fire. There will be wailing and gnashing of teeth.

Then the righteous will shine forth as the sun in the kingdom of their Father. He who has ears to hear, let him hear!

“Again, the kingdom of heaven is like treasure hidden in a field, which a man found and hid; and for joy over it he goes and sells all that he has and buys that field.

“Again, the kingdom of heaven is like a merchant seeking beautiful pearls,

who, when he had found one pearl of great price, went and sold all that he had and bought it.

“Again, the kingdom of heaven is like a dragnet that was cast into the sea and gathered some of every kind,

which, when it was full, they drew to shore; and they sat down and gathered the good into vessels, but threw the bad away.

So it will be at the end of the age. The angels will come forth, separate the wicked from among the just,

and cast them into the furnace of fire. There will be wailing and gnashing of teeth.”

Jesus said to them, “Have you understood all these things?” They said to Him, “Yes, Lord.”

Then He said to them, “Therefore every scribe instructed concerning the kingdom of heaven is like a householder who brings out of his treasure things new and old.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s