Preaching

​Knowledge or Intimacy? 


“Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari padaKu.”– Matius 15:8 

Saya adalah seorang penggemar dari Sonia dan Janice Lee. Mereka adalah saudara kembar yang terkenal di youtube karena kemampuannya bernyanyi,dan karena iman kekristenan mereka. Saya rasa saya mengetahui cukup banyak tentang mereka. Saya tahu tanggal lahir mereka, saya menonton setiap video yang mereka unggah ke youtube, saya men-follow mereka di instagram dan tentu menyukai setiap foto yang mereka post. Saya begitu bersemangat mempromosikan mereka kepada teman-teman saya. Namun begitu, mengetahui banyak hal tentang seseorang tidaklah sama dengan mengenal secara pribadi orang tersebut. Saya tidak pernah mengenal siapa mereka di kehidupan nyata. Jika pada satu kesempatan saya bertemu dengan mereka, saya yakin mereka tidak akan mengenali saya! Bagaimana pun juga relasi saya dengan mereka hanyalah sebatas penggemar dengan idola, di dalam dunia nyata, kami tidak saling mengenal.  
Jika direnungkan, bukankah seringkali relasi kita dengan Tuhan juga seperti itu? Begitu banyak orang kristen yang mengaku sebagai pengikut Kristus, nyatanya mereka sebenarnya hanyalah seorang penggemar dari Kristus! Mereka mengetahui banyak pengetahuan tentang Allah, mereka mempelajari begitubanyak doktrin-doktrin gereja, mereka bahkan mengikuti ritual keagamaan setiap minggunya dengan tekun. Mereka mungkin aktif dalam penginjilan dan membawa orang ke dalam gereja. Namun sayangnya, seperti orang Farisi, mereka tidak mempunyai relasi yang intim dengan Tuhan! Seperti yang kita ketahui, orang Farisi adalah orang yang paling mengetahui seluruh doktrin dan pengajaran akan Firman Allah. Mereka membaca Firman setiap hari dan melakukan ritual keagamaannya dengan baik. Mereka tentu memahami isi dari Perjanjian Lama dan mempelajari 300 nubuatan tentang kedatangan Mesias. Namun betapa ironisnya ketika sang Mesias itu datang, mereka tidak mengenaliNya! Bahkan mereka menolak Dia! Mereka mengetahui semua hal tentang Yesus, namun mereka tidak mengenal Dia.  
Surfers, seberapa banyak hal yang kamu ketahui tentang Allah bukanlah indikator dari seberapa dalam kamu mengenal Dia. Seseorang yang mengenal Allah akan mempunyai pengetahuan yang semakin dalam tentang Dia, namun seseorang yang mempunyai pengetahuan yang banyak tentang Allah belum tentu mengenal Dia.  
Surfers, kapankah terakhir kali kalian mengalami momen bersama Yesus? Kapan terakhir kali kalian mencurahkan diri kalian di hadapan Dia? Kapan terakhir kali kalian meneteskan air mata saat kalian menyatakan bahwa kalian mengasihiNya? Kapan terakhir kali kalian menunjukkan kasih kepada Dia tanpa merasa terpaksa? Allah rindu mengenal dan dikenal oleh kita, anak-anaknya. Pertanyaannya, apakah kalian mengenal Dia?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s