Preaching

Waspada: Berpaling dari Iman (5/8/17)

​Ibrani 3:7-19 (TB)  

Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, 

janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, 

di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. 

Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku, 

sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.” 

Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.

Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.

Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.

Tetapi apabila pernah dikatakan: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”,  

siapakah mereka yang membangkitkan amarah Allah, sekalipun mereka mendengar suara-Nya? Bukankah mereka semua yang keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa?

Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka yang berbuat dosa dan yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun?

Dan siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat?

Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka. 
Hebrews 3:7-19 (NKJV)  

Therefore, as the Holy Spirit says: “Today, if you will hear His voice,
Do not harden your hearts as in the rebellion, In the day of trial in the wilderness,

Where your fathers tested Me, tried Me, And saw My works forty years.

Therefore I was angry with that generation, And said, ‘They always go astray in their heart, And they have not known My ways.’

So I swore in My wrath, ‘They shall not enter My rest.’ ”

Beware, brethren, lest there be in any of you an evil heart of unbelief in departing from the living God;

but exhort one another daily, while it is called “Today,” lest any of you be hardened through the deceitfulness of sin.

For we have become partakers of Christ if we hold the beginning of our confidence steadfast to the end,

while it is said: “Today, if you will hear His voice, Do not harden your hearts as in the rebellion.”

For who, having heard, rebelled? Indeed, was it not all who came out of Egypt, led by Moses?

Now with whom was He angry forty years? Was it not with those who sinned, whose corpses fell in the wilderness?

And to whom did He swear that they would not enter His rest, but to those who did not obey?

So we see that they could not enter in because of unbelief.

————-

Perpindahan agama atau pun keyakinan bukanlah hal baru. Mungkin kita bertanya mengapa orang begitu mudahnya menggadaikan atau pun mengganti imannya dengan kepercayaan lain. Mungkin saja hal itu disebabkan alasan relasi, jabatan, politik, sosial, ekonomi, jodoh, dan sebagainya.
Melalui dan dalam Kristus, Allah menawarkan sesuatu yang tidak ternilai harganya kepada manusia. Sebab Kristus adalah anugerah terbesar dari Allah untuk manusia. Untuk mendapatkan anugerah tersebut, ada dua hal yang diperlukan, yaitu: percaya dan taat. Seseorang harus percaya bahwa apa yang disabdakan Allah itu benar. Manusia harus bersedia meletakkan pengharapannya kepada janji-janji Allah. Melalui ketaatan, ia belajar memahami bagaimana kehendak Allah terwujud dalam kehidupannya.
Allah adalah Arsitek Agung yang menciptakan dunia ini dan menaruh berbagai hukum-Nya dalam alam semesta. Dia juga yang memberikan kehidupan bagi ciptaan-Nya. Karena itu, Dia patut disebut Sumber kehidupan bagi ciptaan-Nya. Tanpa kemurahan hati Allah, mustahil ada kebahagiaan dalam dunia ini. Tetapi, kebahagiaan sejati tergantung pada ketaatan kita kepada-Nya. Meski demikian, tawaran Allah ada batasnya. Tawaran itu harus diterima sekarang. Kepercayaan dan ketaatan itu harus kita berikan sekarang. Sebab, tidak satu pun manusia dapat memastikan apakah dirinya masih hidup sampai hari esok.
Alangkah sedihnya jika ada saudara seiman yang meninggalkan keyakinan kepada Kristus karena alasan tertentu. Walaupun mereka sudah berbeda kepercayaan, mereka tetaplah saudara kita. Jangan karena berbeda keyakinan, mereka dianggap sebagai musuh oleh kita. Seharusnya kita tetap merangkul dan mendoakan mereka agar Allah menjamah hatinya dan menuntunnya kembali.
Marilah kita mendoakan dan memerhatikan mereka yang sampai saat ini masih berpaling dari imannya kepada Kristus. Seraya kita sendiri harus lebih teguh dan setia kepada Kristus. Karena Dialah Juruselamat kehidupan kita. [AY]

Baca Gali Alkitab 4
Ibrani 3:7-19
Pelajaran yang dapat dipetik dari sejarah bangsa Israel adalah kedegilan hati dan ketidaktaatan mereka terhadap perintah Allah. Pemberontakkan mereka membuat Allah menjatuhkan hukuman pada umat-Nya. Kesalahan Israel menjadi peringatan dan teguran bagi orang percaya pada masa kini untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Apa saja yang Anda baca?

1. Apa yang dikatakan Allah kepada bangsa Israel pada masa lampau (7-11)?

2. Apa yang harus kita waspadai dalam hidup ini (12)?

3. Apa solusi untuk tetap setia dan mampu merespons anugerah Allah dengan baik (13)?

4. Bagian apa yang kita terima dari Kristus dan bagaimana menjaganya (14)?

5. Apa yang dimaksud dengan kata “hari ini” dan apa akibatnya jika kita mengabaikan hal itu (15-19)?
Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?

1. Apa pemahaman penulis Surat Ibrani tentang tempat perhentian Allah?

2. Apa kaitan istilah “hari ini” dengan Kristus?
Apa respons Anda?

1. Pertobatan dan keselamatan dalam Kristus menjadi agenda utama Allah untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan kekal. Saat Anda mendengar panggilan Allah melalui hamba-Nya di atas mimbar gereja, apa respons Anda saat itu?
Pokok Doa:

Memohon agar Allah melembutkan hati umat-Nya sehingga dapat merespons panggilan-Nya dengan benar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s